Menggunakan Kereta Prambanan Ekspress (Prameks) di Masa Pandemi Covid-19, mengapa tidak?

Di masa Pandemi Covid ini, sebagian dari kita mungkin ada yang masih punya pertanyaan “masih bisa tidak ya naik transportasi umum misalnya kereta lokal?” kemudian pertanyaan selanjutnya adalah “aman tidak ya menggunakan transportasi umum?“. Pertanyaan ini membuat kita jadi berfikir berkali-kali untuk memutuskan akan menggunakan transportasi umum apa tidak.

Kereta Prambanan Ekspress (Prameks)”
diambil pada 20 Juli 2020

Karena aku termasuk salah satu orang yang masih bergantung dengan keberadaan transportasi umum, awalnya aku ngerasa takut juga menggunakan transportasi umum di masa pandemi ini, karena bisa dibilang menggunakan transporasi umum bisa lebih beresiko tertular Virus Covid-19 karena kita bakal bertemu dengan penumpang lain yang kita tidak tahu asal usul penumpang lain di sekitar kita, bisa jadi penumpang lain adalah sebagai orang pembawa (carrier) atau orang tanpa gejala (OTG). Awalnya akupun juga bertanya-tanya “aman tidak ya naik transportasi umum?”. Karena masih takut juga, di awal masa pandemi pada bulan Maret 2020 aku masih memilih menggunakan kendaraan pribadi ketika harus berangkat ke Jogja dan pulang lagi ke Klaten. Karena menurut aku pada waktu itu menggunakan mobil pribadi bisa dibilang lebih aman. Tapi karena memang aku suka menggunakan transpotasi umum, aku coba-coba cek di aplikasi KAI Access, ternyata Kereta Lokal Prameks tetap beroperasi. seketika langsung say yes, jadi happy karena menurutku dengan masih beroperasinya Kereta Prameks ini, sangat memfasiltasi penumpang terutama bagi para pekerja yang memang belum bisa work form home atau di rumah aja dan juga penumpang umum yang memang benar-benar membutuhkan transportasi umum untuk bepergian. Nah melalui tulisan di metametu ini, aku mau sedikit sharing menggunakan Kereta Prameks di masa pandemi ini.

Kereta Prambanan Ekspress (Prameks) masih bisa diandalkan di Masa Pandemi Covid-19

Dari Klaten menuju Jogja atau bisa juga dari Solo ke Jogja dan sebaliknya, salah satu moda transportasi umum yang bisa menjadi salah satu alternatif pilihan adalah kereta lokal Prambanan Ekspress atau biasa disebut Prameks oleh para penggunanya. Dari awal dinyatakan bahwa Indonesia sedang dalam masa tanggap darurat Pandemi Covid-19, Kereta Prameks ini masih beroperasi dan tentunya juga dengan mengikuti protokol kesehatan covid-19. terkait dengan kesiapan dan menjalankan protokol kesehatan Covid-19, setiap penumpang Kereta Prameks diwajibkan untuk menggunakan masker dan harus dalam keadaaan sehat. Para Petugas di setiap stasiun selalu mengecek suhu tubuh penumpang ketika memasuki pintu keberangkatan kereta sekaligus mengecek dan memvalidasi tiket penumpang. Selain itu, di pintu masuk keberangkatan juga disedikan wastafel untuk cuci tangan dan hand sinitizer di meja petugas pintu masuk peron untuk para penumpang. Setelah suhu tubuh dan tiket di cek, penumpang dapat duduk di ruang tunggu yang telah disediakan. Pengaturan tempat duduk di ruang tunggu ini juga sudah diatur dengan menerapkan jaga jarak.

Bagaimana dengan pengaturan jumlah penumpang dan tempat duduk penumpang di dalam kereta?

Jika sebelum Pandemi Covid-19, Kereta Prameks melayani para penumpang melebihi kapasitas dari jumlah kursi yang tersedia. Para penumpang kereta yang tidak mendapatkan kursi dapat berdiri dengan merasa nyaman karena tidak berdesak-desakan. Namun kondisi sekarang di masa pandemi ini, tentu saja pihak pengelola Kereta Prameks juga menyesuaikan kondisi dengan tetap memperhatikan dan menerapkan social distancing (jaga jarak). Oleh karena itu, jumlah penumpang Kereta Prameks pun juga dibatasi. Informasi yang aku dapatkan dari salah petugas di dalam kereta yaitu dari bulan Maret s.d Mei 2020, Kereta Prameks dapat malayani 50% penumpang dari total kapasitas kursi penumpang dengan jadwal keberangkatan kereta hanya sekitar 5 kali dalam 1 hari mulai dari pagi hingga sore hari. Jadi menurut aku, dengan pembatasan jumlah penumpang ini bisa dibilang cukup aman untuk tetap #jagajarak pada saat di dalam gerbong kereta dan tetap mampu melayani masyarakat untuk mobilitasnya.

Suasana Penumpang Kereta Prameks sebelum masa Pandemi Covid menunjukkan bahwa belum adanya pengaturan jaga jarak

Mulai bulan Juni 2020, ketika aku pesen tiket Kereta Prameks melalui aplikasi KAI Access, ternyata jadwal kereta juga sudah kembali normal. Artinya jumlah keberangkatan Kereta Prameks kembali seperti semua, dimana dalam satu hari sudah melayani 10 kali jadwal keberangkatan, mulai pukul 05.05 wib sampai pukul 20.07 wib dari Stasiun Solo Balapan dan pukul 05.15 wib sampai pukul 20.06 wib dari Stasiun Yogyakarta. Selain penambahan jam keberangkatan Kereta Prameks, mulai bulan Juni 2020 ini juga sudah ada penambahan kapasitas jumlah penumpang menjadi 75% dari total kapasitas kursi penumpang (informasi yang aku dapatkan juga dari salah satu petugas di dalam kereta). Jadi menurutku keberadaan Kereta Prameks ini juga semakin fleksibel bagi setiap pengguna Kereta Prameks untuk dapat menyesuaikan jadwal keberangkatan kereta sesuai dengan kebutuhannya.

“Penumpang Kereta Pramek dengan kapasitas 75% dari total kapasitas penumpang”
diambil 3 Agustus 2020

Siapa saja yang biasa menggunakan Kereta Prameks pada masa Pandemi Covid ini?

Para pengguna Kereta Prameks di masa pandemi covid-19 ini sebagian besar masih sama seperti situasi sebelum pandemi, yaitu sebagian penumpang adalah para pekerja penglaju yang memang mereka harus work form office terutama pada saat jam berangkat dan pulang kerja. namun yang juga menarik dari penumpang kategori pekerja adalah ada para pedagang. Waktu itu, aku kebetulan sekali bareng dengan pedagang ikan yang rumahnya di Kota Solo dan setiap harinya beliau masih harus berjualan ikan di Pasar Demangan Jogja. Beliau masih tetap memilih menggunakan Kereta Prameks untuk melakukan perjalanan untuk bekerja baik berangkat ke Jogja maupun kembali pulang ke Solo. Selain para pekerja, kereta prameks ini juga terbuka bagi penumpang umum yang memang perlu sekali bepergian ke Jogja, Klaten, maupun Solo. Menurut aku hal ini menarik, karena untuk kasus di Solo-Jogja ini pihak KAI tetap membuka dan mengoperasionalkan kereta lokal Prameks untuk memfasilitasi para pekerja dan penumpang umum agar tetap dapat menjalankan berbagai aktivitas terutama aktivitas untuk tetap menjalankan perekonomian. Karena kita juga sama sama tau bahwa salah satu dampak Pandemi Covid yang banyak dirasakan oleh sebagian besar penduduk adalah dampak perekonomian. Kemudian untuk menggunakan Kereta Prameks, penumpang juga tidak perlu melampirkan surat negatif/ non reaktif Covid hasil tes rapid/swab maupun surat dinas kerja dari instantsi tempat kerja. Menurutku kemudahan ini bisa dibilang sebagai sebuah “privilege” yang berbeda sekali dengan kota metropolitan seperti Jakarta dan tentunya memudahkan bagi para pengguna terutama bagi pekerja di sektor informal.

Pedagang Ikan yang menggunakan Kereta Prameks
diambil 9 Mei 2020

Bagaimana cara memesan tiket Kereta Prameks?

Sangat mudah sekali terutama bagi kita yang memang sudah terbiasa dengan smartphone untuk memesan tiket Kereta Prameks. Pertama yang perlu dipastikan adalah sudah memiliki aplikasi kai access dan link. Pastikan sudah melakukan sign in di kedua aplikasi tersebut. Jika sudah, cukup dengan buka aplikasi kai access, pilih KA lokal. selanjutnya inputkan stasiun asal dan tujuan, tanggal berangkat, serta jumlah penumpang (1 – 4 dewasa). Tampilan selanjutnya adalah muncul alternatif pilihan jam berangkat. setelah memilih jam berangkat dan sudah memastikan data yang dimasukkan sudah benar, langkah selanjutnya adalah menyelesaikan proses pemesanan hingga pembayaran tiket yang akan disinkronkan dengan link. sebagai informasi targa 1 tiket Kereta Prameks adalah Rp.8000,- . kemudian perlu juga memastikan bahwa saldo yang dimiliki di dompet digital Link masih cukup untuk pembelian tiket Kereta Prameks. Jika semua proses sudah diikuti dengan benar, e-ticket otomatis akan terbit. e-tiket yang sudah kita pesan dapat di cek bagian Tiket – KA Lokal. kira-kira gambaran melakukan pemesanan tiket Kereta Prameks dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Jadi aman tidak ya menggunakan Kereta Prameks di masa Pandemi Covid-19?

Dari beberapa hal yang aku rasakan dengan adanya Kereta Prambanan Ekspress (Prameks) ini sangat memberikan kemudahan untuk melakukan mobilitas dengan tetap merasa aman. karena pihak pengelola yaitu Kereta Api Indonesia (KAI) juga selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Nah di masa pandemi ini, ketersediaan transportasi publik tetap dibutuhkan untuk bisa melayani penduduk yang memang membutuhkan moda transportasi untuk memenuhi kebutuhan mobilitasnya baik untuk pergi bekerja maupun pergi untuk perjalanan lainnya, karena tidak semua penduduk di suatu daerah memiliki kendaraan pribadi untuk bisa bepergian dengan tetep merasa nyaman di masa pandemi ini. Di sisi lain, juga keberadaan transportasi umum ini juga bisa membantu kegiatan suatu daerah untuk tetap hidup, terutama dari aspek ekonomi yang memang masih perlu didukung dengan adanya transportasi publik.

Satu pemikiran pada “Menggunakan Kereta Prambanan Ekspress (Prameks) di Masa Pandemi Covid-19, mengapa tidak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s