Gemerlap malam kota lama Semarang

Kota lama Semarang, terkenalnya adalah the little netherland. Memang tidak asing bagi kami warga ber-plat H. Kalau di Jakarta namanya Kota Tua, kota peninggalan Belanda dulu waktu menjajah negeri ini. Kota lama Semarang memang iconic, namanya sangat terkenal bahkan menjadi salah satu identitas kota atlas ini selain lumpia dan bandeng prestonya. Rasanya belum ke Semarang jikalau anda belum menginjakkan kaki di kota lama ini. Belum komplit, belum lengkap dan belum sah.

Kota ini terus berbenah, saya yang tinggal di sinipun cukup kaget oleh cepatnya pembenahan Kota Lama. Dulu kota ini adalah kota berhantu. Banyak bangunan lama yang mangkrak tanpa kehidupan sama sekali. Setelah megaproyek dari pemerintah pusat dan pemerintah kota, jadilah kota yang diidam-idamkan.

Jangan hanya siang atau sore saja ke sini. Cobalah datang malam hari. Banyak hal-hal seru yang terus memukau hati para pengunjung. Mau ke Gereja Blenduk yang legendaris itu? – di sini juga tempatnya. Saya sengaja tidak menampilkan foto gereja ini di sini. Sudah banyak beredar di internet. Googling saja sebentar, pasti akan banyak foto-foto gereja dari berbagai sudut. Bahkan ada juga yang diambil dari drone, burung baja terbang itu. Googling saja sebentar.

Saya akan menampilkan foto kota lama yang mungkin saja belum banyak terekspos ketimbang gereja blenduk tadi. Saya ambil spot di jembatan Berok, tepat di depan Bank Mandiri untuk ambil trail light dengan obyek gedung tua ini. Saya masih belajar fotografi, jadi harap maklum dengan hasil yang belum mumpuni. Setidaknya wujud kehidupan kawasan kota lama akan lebih tampak dan selalu saja mengundang.

Puas dengan kamera dan capek karena jalan kaki, istirahat sebentar di jembatan Berok. Ada penjual kopi saset di sini. Coba saja nikmati. Terkadang menikmati kopi tidak harus dari kafe ternama, barista berpengalaman atau mungkin tempat wah lainnya. Nikmati saja suasana kota lama sambil lesehan ditemani kopi sasetan yang super murah itu. Nikmat juga lho.

Warung Kopi depan Kota Lama

Puas hati ini oleh suasana malam kota lama Semarang. Kota yang dulu pernah tertidur pulas dan panjang, sekarang sudah bersolek. Kuliner di dalam kawasan inipun terus tumbuh menjamur begitupula para pedagang kaki lima yang seakan-akan menjadi bayangan mereka. Tinggal pilih saja mau yang bertaraf/ berlevel apa, ada semua. Ada juga kafe miliknya artis yang besar karena film layar lebarnya, filosofi kopi.

Yang pasti bukan hanya cafe di sini. Ada juga rumah makan, tempat hiburan, toko dan entahlah apa lagi. Kayaknya terus update tiap minggunya, jadi tidak begitu hafal lapak apa dan punyanya siapa. Ayo ke kota lama malam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s