Perjalanan Ala Backpaker Lampung – Jakarta

Hai fellas,

Lama tak bersua di blog ini ya, apa kabar semuanya? Semoga semuanya tetap sehat di era pandemi ini ya. Ya memang pandemi ini sepertinya sudah berakhir, namun tetap waspada ya teman karena pandemi ini belum sepenuhnya berakhir dan mungkin masih panjang perjalanan kita untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan dan pemulihan ekonomi.

Selama pandemi ini apakah ada diantara kalian yang melakukan perjalanan jauh dengan moda transportasi publik? Atau mungkin ada yang melakukan touring dengan kendaraan pribadi. Karena pasti jiwa jiwa petualang sudah mulai menggerung setelah lebih dari 1 tahun lamanya terpenjara dirumah kan ya. Hari ini aku bakalan cerita sedikit perjalanan pulang dari Lampung menuju Jakarta dan sebaliknya menggunakan moda transportasi umum. Cara ini sangat dianjurkan untuk para petualang backpacker dan pemilik jiwa adventure yang yang tinggi ya.. karena kita bukan cuma menikmati alam namun juga akan menggunakan beberapa moda transportasi. Dan tentunya aku juga bakalan share beberapa tips agar tidak tertipu oleh kerasnya ibukota ya, karena aku pun sempat tertipu..Haduh.

Perjalanan dimulai dari kota Bandar Lampung. Ya di Bandar Lampung sendiri untuk menuju Jakarta sebenarnya terdapat moda transportasi darat yang langsung menuju Jakarta, seperti Damri (dari Tanjung Karang menuju Gambir, Bekasi ataupun Bogor) dan juga bis lainnya. Tapi cerita ini untuk kalian yang menginginkan perjalanan yang lebih fleksibel dan cukup nyaman. Perjalanan dari Bandar Lampung dimulai dari Terminal Rajabasa. Ya terminal ini adalah terminal A dimana di dalamnya terdapat banyak bis-bis antar kota antar provinsi. Nah kita akan mencari pemadu moda menuju Pelabuhan Bakauheni. Dari terminal Rajabasa kita akan menggunakan pemadu moda bis Puspa Jaya. Bis ini adalah satu satunya bis ekonomi eksekutif dari Terminal Rajabasa (Bandar Lampung) menuju Pelabuhan Bakauheni. Dengan menggunakan bis ini, perjalanan menuju Pelabuhan Bakauheni dapat ditempuh kurang lebih 2 jam. Bis sepenuhnya lewat tol ya, walaupun terdapat beberapa titik pengangkutan sebelum mencapai tol, sehingga penumpang bukan hanya bisa naik dari terminal namun juga disekitaran Jalan Lingkar Sumatera sebelum masuk Tol menuju Bakauheni. Ongkos bis ini terhitung cukup murah dikantong, dengan harga 40 ribu kita bisa langsung masuk ke Pelabuhan Eksekutif di Pelabuhan Bakauheni.

Kondisi didalam kapal Express

Perjalanan dilanjutkan menggunakan kapal. Ya sebenarnya terdapat pilihan kapal Express dan kapal reguler untuk mengarungi Selat Sunda. Perbedaan harga dan fasilitasnya juga cukup signifikan sih kalau menurutku. Jadi itu tergantung preferensi ya.. Penumpang dengan kapal reguler hanya perlu merogoh kocek sebesar 19.500 dengan tambahan biaya pesan sekitar 2.500 per pesan. Bisa dibilang sangat murah bukan, dengan hanya 20ribuan kita sudah bisa sampai Merak. Namun fasilitas di dalamnya sangat terbatas biasanya dan apabila kita ingin menggunakan fasilitas lainnya akan dikenakan tambahan Charge 15-20 ribu. Ya tapi itu cukup jauh apabila dibandingkan dengan Kapal Express. Kapal Express penumpang dibandrol di harga 65ribu dengan tambahan biaya pesan sekitar 2.500 per pesanan. Namun seluruh fasilitas di kapal dapat dimanfaatkan sebebas bebasnya. Seluruh kapal juga biasanya full AC sehingga tidak repot repot memilih posisi duduk. Ya sekali lagi itu tergantung pilihan ya.. di dalamnya juga terdapat fasilitas tempat bermain anak, dan ruang bioskop untuk menonton. Ya walaupun tidak sebagus di Changi Airport namun cukup nyaman untuk beristirahat selama berlayar.

Oiya jangan sampai salah pilih waktu untuk kita Check in di pelabuhan ya, karena kalau kita melewati waktu dari pemesanan tiket kita, tiket akan hangus dan terpaksa kita akan beli lagi tiket untuk waktu berikutnya. Saran aja sih lebih baik membeli agak lebih lama 1 jam dari perkiraan kita sampai, dibandingkan tiket yang dibeli hangus, karena moda pengumpan yang digunakan bis maka harus lebih berhati hati ya guys. Untuk pemesanan tiket hanya bisa dilakukan lewat aplikasi Ferizy, jadi lebih baik download ini dulu ya. Perjalanan menggunakan kendaraan maupun penumpang harus melalui aplikasi ya guys. Untuk metode pembayarannya pun sudah beragam, mulai dari transfer, BRIVA, OVO, GOPAY, maupun pembayaran fintech di Indomaret atau Alfamart juga tersedia. Jadi lebih gampang kan. Sayang belum ada promo potongan harga tiket saja ya.. hehe

Tiket Penumpang Kapal Express Bakauheni – Merak

Kedua kapal tersebut memang memiliki perbedaan harga yang cukup signifikan, namun ternyata untuk waktu perjalanan pun demikian loh. Untuk kapal reguler umumnya membutuhkan waktu lebih kurang sekitar 3-4 jam dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak termasuk proses loading. Sedangkan dengan Kapal Express biasanya waktu perjalanan hanya sekitar 1,5 jam termasuk dengan proses loading. Nah sekali lagi ini tergantung pilihan dan fleksibilitas waktu kawan semua ya.. Waktu keberangkatan untuk kapal ekspres umumnya setiap 1 jam sekali, sedangkan untuk kapal reguler bisa lebih dari itu. Namun semuanya tergantung juga permasalahan ombak ya.. yang kadang bisa mengakibatkan kapal berlayar lebih lama. Dari kapal kalian bisa sekali melihat pemandangan Gunung Anak Krakatau atau bahkan hanya menikmati sunset yang menyenangkan. Dan selama masa pandemi ini, kedua jenis kapal tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat didalam kapal dan juga di pelabuhan jadi kita tidak perlu terlalu khawatir ya..

Penerapan protokol kesehatan

Dan yang lebih menyenangkan lagi adalah pelabuhan ASDP kita sudah sangat bagus, walaupun masih ada pembangunan yang belum selesai namun ruang tunggu untuk penumpangnya sudah rapih, full AC, dan di dalamnya juga dilengkapi Cafe serta resto favorit keluarga, seperti Solaria, Kopi Kekinian, dan juga cemilan seperti Roti Boy, Indomaret dan lainnya. Jadi tidak perlu takut kondisi pelabuhan kotor dan tidak teratur ya. Untuk fasilitas pun sudah lengkap loh.. Kita akan dengan mudah menemukan toilet yang bersih dan juga fasilitas mushola. Dan semuanya bisa dibilang bersih dan ga kalah dengan fasilitas di bandara.

Oke kita lanjut ke perjalanan ya… Umumnya kita akan sampai di pelabuhan Merak Pukul 5-6 sore apabila perjalanan dimulai siang hari. Dari pelabuhan terdapat beberapa moda transportasi menuju Jakarta diantaranya Kereta dari Merak ke Rangkasbitung dan juga bis dengan beberapa jurusan di Jakarta dan Bekasi. Hari itu saya memutuskan untuk naik Bis dari Merak menuju Kampung Rambutan. Selain jurusan ini, terdapat juga jurusan Merak – Kalideres dan Merak – Bogor, bahkan Merak Bekasi. Jadi bisa menyesuaikan tujuan perjalanannya ya. Untuk provider bisnya juga terdapat beberapa. Namun saya merekomendasikan untuk naik primasaja atau Arimbi saja. Karena umumnya bis lainnya akan banyak ngetem dan pastinya akan banyak menghabiskan waktu di jalan. Apalagi semakin malam akan semakin banyak tempat untuk berhenti, seperti di Serpong, Cilegon dan akan menghabiskan banyak waktu. Untuk bis seperti Primajasa atau Arimbi mereka sudah ada trayek pasti jadinya akan lebih cepat dengan harga yang lebih murah juga pastinya. Untuk perjalanan Merak Jakarta hanya ditempuh dengan waktu kurang lebih 2-3 jam dengan harga 45 ribu. Untuk bis lainnya mungkin diharga kisaran 50-75 ribu. Cukup bersaing kan dari segi harga maupun waktu perjalanan.

Terminal bis di Pelabuhan Express Merak lokasinya agak masuk dan sulit dicari. Dari pintu keluar kapal kita terus ke arah kiri, hingga ketemu hall dan eskalator, nanti dibawah eskalator terdapat jalur jembatan penyeberangan menuju terminal bayangan. Nah bis bis banyak menunggu disana biasanya. Jadinya jangan sampai salah naik bis, lebih baik hati hati ya karena pasti banyak calo calo bis yang mahal tadi. Ketika sampai pun akan melalui jalan tersebut lagi untuk menuju pelabuhan kapal Express. Berbeda kalau kita sampai di Pelabuhan Bakauheni, bis pemadu moda menuju Bandar Lampung langsung tersedia di pintu keluar penumpang, jadi ga perlu takut salah naik bis atau di charge dengan harga yang mahal ya.. Overall, lebih baik pengaturan di Pelabuhan Bakauheni sih dibandingkan di Pelabuhan Merak. Mungkin juga karena pembangunan di Pelabuhan Merak belum seluruhnya selesai.

Mungkin itu sedikit cerita perjalanan Lampung – Jakarta yang bisa di share. Selama perjalanan tetap menerapkan protokol kesehatan tapi ya, menggunakan masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak. Hal tersebut memang kadang lalai di jaga selama perjalanan ini. Namun saya cukup salut dengan pramugari di kapal yang selalu mengingatkan penumpang untuk menggunakan maskernya selama di dalam kapal. Ditambah iklan layanan kesehatan yang tidak henti hentinya di dengungkan. Keep Healthy and Keep Sain Fellas..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s